Trending

Saturday, 3 November 2018

AKU YG BERSALAH DAN MOHON MAAF SAHABAT SEMUA



AKU YG BERSALAH DAN MOHON MAAF SAHABAT SEMUA.
Assalam....sahabat-sahabat yang aku hormati semuanya. Tidak kira dimana jua berada, baik dari dunia nyata mahu pun sahabat dari dunia ghaib. Segala puji syukur kehadirat Allah swt. Sholawat dan salam senantiasa dihatur keatas Junjungan Baginda Nabi Muhammad saw. Dengan mengharap ridho Allah swt., dan dengan kerendahan hati yang paling dalam, izinkan aku yang miskin ilmu lagi dangkal dan daif ini berbagi sedikit ilmu dan pengalaman untuk dikongsi bersama sahabat-sahabat semua. Insya' Allah.....
Kisah ini terjadi pada 7 August 2004 yang lalu, ketika aku berada di Asia Paranormal Club (APC). Aku baru saja habis makan bersama Nasir Anglir di warung bawah. Sekitar jam 2:30 petang, Andi sms aku meminta bantuan untuk memindahkan kerajaan Jin di Jembatan Balong Adem.
Bagaimanakah ceritanya. Mari sahabat-sahabat semua ikut aku flash back ke tahun 2004, kita ke sana....
Sahabat-sahabat yang aku hormati semua…Agar jelas apa yang sebenarnya terjadi terkait proses pemindahan kerajaan jin di Jembatan Balong Adem desa wanguk Kec. Anjatan, Indramayu Jawa Barat sebagaimana permintaan bantuan dari Andi, maka akan aku jelaskan sebagai berikut.
Sekitar jam 2:30 petang, aku dapat sms dari Andi yang isinya adalah ; ada sahabatnya yang memerlukankan bantuan. Saat itu aku dan Nasir Anglir sedang santai setelah habis makan di warung, dan begitu membaca sms Andi, aku langsung membuka internet sekaligus mengupload permintaan bantuan dari Andi. Aku, Nasir Anglir dan Andi akhirnya sepakat untuk menyelesaikan pemindahan kerajaan jin dengan langkah solusi :
1.) Bernegosiasi dengan jin yang menguasai wilayah itu untuk memindah kerajaan jin tersebut agar tidak mengganggu warga masyarakat setempat.
2.) Kalau tidak mahu pindah, maka langkah tegas akan kami ambil iaitu memaksa dan memerangi mereka secara frontal. Kami juga sepakat akan menggunakan ajian Asma Raja Dirajeh yang sudah kita kuasai/miliki. Aku sebagai ketua dan Nasir Anglir, Andi akan back- up aku.
3.) Kami ketahui kemudian melalui penerawangan bahwa ternyata itu hanya kerajaan jin yang kecil dengan ukuran kekuatan yang tidak seberapa, sehingga estimeted kami dengan satu kali serangan maka kerajaan tersebut langsung kocar kacir. Pukul 5:45 menit aku melakukan proses meraga sukma dan mengintip lokasi Jembatan Balong Adem dan entah kenapa aku merasa tidak punya banyak waktu untuk bernegosiasi. Ya memang pada akhirnya negosiasi dengan Raja Jin tersebut memang benar-benar tidak aku lakukan. Inilah point pertama kesalahan aku.
Di rumah Andi, aku pada saat itu di Sidoarjo, aku melakukan ritual pertama dengan tujuan melakukan serangan awal kepada mereka. Aku bertawassul mengirimkan al fatihah untuk sohibul ijazah ilmu RDR sekaligus untuk memohon perlindungan Allah SWT agar aku, Nasir Anglir dan Andi yang ikut penyerangan ghaib selamat.
Selesai tawassul, aku, Nasir Anglir dan Andi ke sana agar terlihat lebih jelas dengan niat untuk melakukan ritual menerapkan RDR di pinggir sungai. Untuk itu, yang paling aman adalah menyamar sebagai pemancing ikan. Nah, saat akan berangkat dari rumah Andi itulah tiba-tiba muncul ego dan bongkak, nafsu ingin langsung menyerang kerajaan jin muncul di hati aku. Di depan pintu rumah Andi, aku berdiri sejenak langsung membaca Asma' RDR dua kali sambil tahan nafas dan saat itu aku melihat kerajaan jin langsung kocar kacir…
Tepat pada pukul 6:00 petang aku berangkat naik motor menuju sungai yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah Andi. Di dekat jembatan, aku turun dari motor dan di sisi kiri samping jembatan itulah aku kemudian memporak perandakan lagi dengan serangan. Tercatat lima kali aku membaca Asma' RDR.
Apa yang terjadi dengan kerajaan jin di Jembatan Balong Adem Desa Wanguk Kec. Anjatan, Indramayu Jawa Barat....?
Yang terjadi, setelah mereka kocar kacir dengan serangan pembuka, maka energi serangan kali ini adalah langsung untuk mengumpulkan secara paksa para jin-jin yang menurut perkiraan aku jumlahnya tidak lebih dari 1000 jin itu dan mendorong mereka ke laut jawa Selatan. Di sana tonggak-tonggak asma' berbentuk api melingkar langsung aku tancapkan sehingga para jin-jin itu tidak ada satu pun yang berani untuk keluar. Kalau berani keluar, maka akan langsung terbakar oleh dahsyatnya asma' ini. Inilah kesalahan aku yang kedua, kenapa aku mesti melakukan kejahatan dengan memenjarakan mereka dan tidak memberikan ruang hidup berdampingan dengan manusia sebagaimana layaknya kehidupan mereka..? Astaghfirullah.. Ya Allah, ampunilah aku..
Selesai melakukan proses ritual tersebut, aku, Nasir Anglir dan Andi naik motor menuju ke APC. Tiba di APC sekitar pukul 8:45 malam. Suasana sepi kerana hanya ada seorang teman bernama Slamet. Setelah berbual sesaat dengannya, aku berbaring lemas di sebuah sofa untuk tasyakuran batin. Alhamdulillah, aku bersama Nasir Anglir dan Andi sudah sukses berjaya melakukan proses pemindahan kerajaan jin tersebut. Begitulah fikir aku saat itu.
Sekitar satu jam kemudian, mendadak aku didatangi sosok yang tidak lain dan tidak bukan adalah guru aku, Abah Anom bersama Leluhur Penguasa Tanah Jawa tersebut. Leluhur ini bukan berjenis jin, tetapi manusia seperti kita yang sudah meninggal. Leluhur ini mengemban tugas dari Tuhan Semesta Alam untuk memberikan petuah/ petunjuk kepada manusia di Jawa. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang tidak kena/baik, jika Abah Anom sudah datang menemui aku.
Leluhur ini "manjing" atau masuk ke raga Kang Slamet yang tadi baru aku berbual-bual dengannya. Kang Slamet yang memang aku akui ilmunya ,Insya' Allah sudah bagus dan sangat tinggi. Sahabat aku ini datang dari Petirtaan Jolotundo, Gunung Penanggungan setelah selesai melakukan kerja-kerja management.
Berikut adalah perbualan antara aku dengan Leluhur Penguasa Tanah Jawa yang masih aku ingat. Abah Anom hanya melihat saja. Dialog ini pasti tidak sama persis kerana sudah mengalami pembahasaan dari aku, namun dengan memohon petunjuk-NYA akan aku sampaikan apa adanya. Insya' Allah.
AKU :
Assalamualaikum...
LELUHUR :
Waalaikumsalam Nak Badai..
AKU :
Mohon petunjuk apakah langkah Aku untuk melakukan pemindahan paksa adalah sebuah tindakan yang bijaksana...?
LELUHUR :
Kamu sangat ceroboh dan gegabah. Sebuah tindakan yang sangat tidak bijaksana dan sombong.
AKU :
Kenapa begitu Mbah....?
LELUHUR :
Mereka hidup sudah ribuan bahkan jutaan tahun lalu di bumi kita, mereka hidup lebih lama dari manusia. Jadi kenapa mereka engkau usir....?
AKU :
Kerana mereka mengganggu dan meminta tumbal/ nyawa sehingga kami harus mengusir mereka Mbah...!
LELUHUR :
Apakah engkau tahu, apa itu arti kebijaksanaan...?
Di dunia ini semua diciptakan dalam keadaan seimbang dan ada perjanjian antara satu dengan yang lainnya untuk hidup saling bekerjasama dan membutuhkan. Dimanapun tempatnya, antara leluhur manusia dan jin sudah ada kesepakatan untuk tidak saling mengganggu jalur hidupnya masih-masing. Manusia hidup di alam fisik, jin hidup di alam ghaib. Meskipun begitu, keduanya sama-sama hidup di bumi yang sama. Kesepakatan itu ada resikonya bila dilanggar. Adanya " tumbal atau korban ", menurut istilah manusia, itu sebenarnya bukan " tumbal atau korban ", tetapi resiko pelanggaran dari perjanjian yang sudah dibuat. Tumbal itu jangan dimaknai secara negatif kerana sebenarnya siapa yang dijadikan tumbal sebenarnya adalah sosok manusia pilihan yang sudah saatnya untuk dicabut nyawanya kerana tugasnya di dunia sudah selesai dan secara keseluruhan dosa-dosanya sudah diampuni oleh Allah SWT.
AKU :
Siapa yang memiliki kecenderungan untuk melanggar perjanjian ini, Mbah...?
LELUHUR :
Dimana-mana, kebanyakan manusia. Jarang ada pelanggaran dari bangsa jin. Kalaupun ada pelanggaran bangsa jin maka yang terjadi biasanya manusia tidak tahu kecuali sedikit manusia yang dianugerahi Allah SWT karomah khusus. Bangsa jin memiliki kecenderungan taat pada aturan antar dimensi ghaib yang telah disepakati.
AKU :
Kalau demikian, berarti dalam kes Jembatan Balong Adem Desa Wanguk Kec. Anjatan, Indramayu Jawa Barat telah terjadi pelanggaran perjanjian...?
LELUHUR :
Benar, telah terjadi pelanggaran perjanjian sehingga mengakibatkan terganggunya bangsa jin kerana ulah manusia di sana.
AKU :
Tadi aku mengamalkan asma' (RDR) untuk melakukan penyerbuan paksa ke kerajaan mereka. Sebenarnya apa yang terjadi, Mbah...?
LELUHUR :
Kamu melakukan kesalahan besar yang seharusnya tidak boleh terjadi. Lihatlah dengan mata hatimu sebelum bertindak. Jangan mengandalkan nafsumu. Kamu boleh membantu dan menolong saudaramu sesama manusia, tapi kamu tidak bijaksana. Bijaksana, artinya kamu pertimbangkan dari berbagai aspek, bagaimana sejarahnya kenapa jin meminta tumbal dan bagaimana mengatasi agar tumbal tidak terjadi dan seterusnya. Manusia tidak berhak mengadili kesalahan dari bangsa jin. Begitu sebaliknya, jin tidak berhak mengadili kesalahan manusia. Yang berhak mengadili perjanjian antara dua makhluk ini adalah Tuhan Semesta Alam. Kalau manusia atau jin menuntut keadilan, maka mintalah keadilan kepada Tuhan yang Maha Adil. Jangan pernah sok tahu dan sok mengerti hakekat keadilan dengan mengadili sesama makhluk Tuhan. Kalau perlu ikhlaslah disakiti pihak lain kerana dibalik sakitmu, akan muncul hikmah yaitu naiknya derajatmu di mata Tuhan. Tuhan menguji hambanya dengan penderitaan dan kebahagiaan agar dia lulus dan mendapatkan kenaikan derajat.
Pengusiran bangsa jin ke Laut Selatan oleh kerananya sebuah tindakan bengis dan jahat. Mereka punya hak untuk hidup dengan merdeka dan sejahtera di alamnya. Apakah engkau tidak melihat apa yang terjadi dengan anak-anak, ibu-ibu, kakek- kakek dan nenek- nenek bangsa jin akibat ulah penyerbuanmu tadi...? Mereka terusir, menangisi tindakan jahat manusia. Mereka akhirnya melapor ke atasan kerajaan mereka, dan seterusnya hingga melapor ke Raja Jin tertinggi di Laut Utara pulau Jawa. Meskipun para jin itu sekarang sudah terbelenggu dengan asma' RDR-mu, tapi mereka bersiap-siap untuk menyerang balik saat engkau dan saudara-saudaramu yang tadi ikut menyerang itu terlena.
AKU :
Insya' Allah, kami sudah siap dengan amalan untuk membentengi diri dari serangan mereka(ego aku masih ada).
LELUHUR :
Kamu dan para sahabatmu barangkali selalu waspada Nak Badai, tapi bagaimana dengan anak-anakmu...? Cucu-cucumu...? Dan anak keturunanmu beberapa generasi ke depanmu...? Apakah mereka juga tahu dan siap...? Ingat hukum sebab akibat (karma) akan diterima oleh anak cucu kita kelak. Kita ini mengemban sebuah hukum dimana bila engkau salah, maka anak cucumu yang juga ikut menanggung akibatnya. Jin hidupnya lebih lama dari manusia, mereka akan balas dendam dengan cara apa saja kepada anak keturunanmu. Inilah yang harusnya kamu waspadai.
AKU :
Astaghfirullah, aku mohon ampun kepada Allah SWT terhadap tindakan aku yang ceroboh dan gegabah. Aku sungguh-sungguh menyesal apa yang telah aku lakukan. Sekarang aku mohon petunjuk, Mbah, Abah, Raja Jin dan Ibu Ratu Pantai Selatan agar masalah penyerangan bangsa jin ini tidak berlarut-larutan.
LELUHUR :
Cabut semua pagar dan benteng asma' (RDR) yang telah kau buat itu. Lalu lepaskan lagi mereka agar bisa hidup tenang sebagaimana biasanya. Biarkan keadilan Tuhan yang berlaku. Manusia tidak berhak untuk berperan sebagai Tuhan. Kebodohanmu adalah pelajaran yang berharga untuk hidupmu dan sahabat-sahabatmu kelak.
AKU :
Hanya itukah langkah yang harus aku lakukan, Mbah...?
LELUHUR :
Kembalikan semua Ilmu Asma' dan Asma' Rajeh Dirajeh yang sudah diijazahkan kepadamu oleh gurumu Abah Anom. Engkau belum layak untuk memilikinya. Kembalikan lagi ke pengijazah mu dan hiduplah tanpa amalan apa-apa. Kau harus ikhlas dengan kelemahan-kelemahan dan kebodohanmu. Kamu dihukum/denda menjalani Puasa Pati Geni selama 41 hari dan malamnya harus dirikan sholat Taubat sebanyak 50 rakaat selama 41 hari. Baru gurumu Abah Anom akan mengembalikan ilmu-ilmu itu pada mu. Selanjutnya jangan pernah lagi berhubungan dan berkomunikasi dengan teman-temanmu yang sudah bersekongkol melakukan penyerangan selama 41 hari.
AKU :
Apakah cukup itu saja, Mbah...?
LELUHUR :
Belum....! memohonlah ampunan kepada Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Kuasa. Semoga Allah SWT mengampunimu dan sahabat-sahabatmu.
SELESAI...
Demikian kutipan dialog antara aku dengan Leluhur Penguasa Tanah Jawa tersebut. Sebenarnya masih banyak nasehat-nasehat dan petuah-petuah bijaksana yang beliau sampaikan kepada aku. Termasuk hakikat Nabi Khidir as dan sebagainya.
Pada aku, hukuman / denda yang dikenakan pada aku itu terlalu sedikit / kecil jika mahu dibandingkan dengan kesalahan besar yang aku lakukan ini.
Namun kerana keterbatasan ruang dan waktu, aku mohon maaf tidak dapat meneruskan penjelasan kisah ini. Terus terang aku menyesal telah melakukan tindakan yang terburu-buru tersebut dan aku memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa agar berkenan mengampuni kesalahan-kesalahan aku dan sahabat-sahabat aku ini. Sejak saat itu aku tidak lagi pernah menggunakan Asma' Rajeh Dirajeh jika ada masalah mengenai ghaib, cukuplah aku gunakan Asma' Sunge Rajeh tingkat 1 sahaja, itu sudah memadai.
Aku juga memohon maaf kepada para sahabat-sahabat aku semua atas kebodohan aku, atas kotornya hati nurani aku sehingga kotornya tidak dapat bening untuk membaca isyarat-isyarat dan ayat-ayat Allah. Sampai saat ini aku masih diliputi kesedihan dan kekesalan yang teramat sangat.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi diri aku, aku adalah makhluk yang lemah dan kerdil di sisi Allah swt. Hanya Allah saja yang layak mengadili hamba-hamba-Nya.
Buat sahabat- sahabat terutama ahli Kampus Tok Badai, ambillah ini sebagai pelajaran dan renungan.
Berbicara tentang ilmu ghaib memang merupakan hal yang serba salah, disatu sisi kita dimohon untuk memberikan pelajaran-pelajaran bagi ahli kampus, sedangkan bahwa sebenarnya kita juga tidak boleh melupakan bahwa ilmu-ilmu ghaib tersebut ada empunya ada penguasanya yang memang dari dulu memberikan suatu persyaratan yang ketat untuk pengijazahan.
Mengapa Nabi Khidir as mengajarkan/mengijazahkan Asma' Sunge Rajeh kepada Mbah Kuwu Cakrabuana@ Walangsungsang di pinggir sungai yang sepi…..??
Jawabnya tidak lain adalah bahwa beliau ingin menjaga kerahasiaan dari Ilmu Ghaib itu sendiri, kerana ilmu ini bersifat Ghaib yang mempunyai kekuatan yang super dahsyat yang tidak boleh sembarangan orang memilikinya.
Apalagi dengan Asma' RDR yang konon tidak boleh diijazahkan kepada orang lain lebih dari 1-4 orang dalam setiap tahunnya. Artinya bila ada orang mempelajari dan melakukan ritual Asma' RDR lebih dari satu atau bahkan puluhan dalam satu tahunnya boleh dibayangkan berapa orang yang menguasai sepenuhnya ilmu ini dalam 4 atau 5 tahun ke depan…?? Tentu energi Asma' RDR akan mengacaukan Alam ini sendiri baik alam nyata ataupun alam ghaib, kerana EFEK dari Energi Asma' RDR tersebut mampu mempengaruhi Alam sejauh puluhan kilometer dimana si pemilik itu berada. Tetapi ASR hanya berpengaruh bagi Alam dan orang-orang disekitar 25 radius meter saja.
Lihat saja apa yang terjadi pada alam di indonesia sekarang sudah banyak sekali bencana dimana-mana, banjir, tanah longsor, angin taufan, dan lain-lain. Semua ini terjadi kerana tidak seimbangnya energi alam semesta ini sehingga terjadi kekacauan Energi Kosmik alam semesta.
Bagi para ahli kampus Tok Badai, janganlah sembarangan dalam mengamalkan segala Ilmu-ilmu tingkat tinggi yang pada dasarnya tidak boleh sembarang orang untuk dapat memilikinya, marilah kita jaga alam semesta ini jadikanlah apa yang kita baca ini sebagai ilmu pengetahuan bagi kita agar kita tidak begitu tabu dalam Dunia Ilmu Ghaib.
SEKIAN....
AMALAN UNTUK MEMINDAHKAN PENEMPATAN JIN.
Agar tidak terjadi sesuatu yang diharapkan dalam arti saling terganggu di keesokan hari, alangkah baiknya jika tempat tinggal ataupun perkampungan bangsa Jin tersebut dipindahkan ke tempat yang cocok dan sesuai. Hal ini sebagai tindakan preventif, agar dikemudian hari dengan adanya kehadiran bangsa Jin di tengah-tengah keharmonian kehidupan kita akan berujung pada perselisihan dan gangguan pada anak cucu kita.
MANTRANYA :
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM.
SANG RATU PUNIKA. BANG BANG KEMALE
DENGAN LAN PARA JIN SIRA AJA GAWE MARANG ANAK PUTUNE NABI ADAM LAMUN SIRA WANI. INGSUN ATURAKEN RATU SIRA PAN INGSUN MERUHI RAT SIRA
ANA KANG ING (....sebut nama tempatnya....) IKI AREP TAK BABAD. TAK WETOKAKE PEKAHE SAKLING KERSANING RATU YEN SIRA MBALELO TAK LEBUR KARO SABRA YATIRA YEN ANA KANG MALANG-MALANG PEDHOTEN SIRAHE POMA-POMA DEN KELAKON.
TATA CARANYA :
1.) Sebelumnya kita harus melakukan Puasa Mutih (menghindari garam dan makanan yang bersumber dari hewan) pada setiap hari Isnin dan Khamis selama 7x ulangan.
2.) Setelah tirakat tersebut di atas selesai kita kerjakan, di malam( ke-7) terakhir lanjutkan dengan Puasa " Ngebleng + Pati Geni " sehari semalam di sebuah tempat khusus yang telah kita persiapkan sebelumnya. Tidak makan dan minum, tidak ada cahaya atau lampu/gelap, tidak tidur semalaman hingga tiba waktu terbitnya fajar di hari berikutnya.
3.) Pada saat itu, hindari semampu kita untuk berhubungan/berkomunikasi dengan manusia.
4.) Isilah kegiatan kita dengan beribadah kepada Allah dan berdoa. Terlebih lagi kita harus mampu untuk mengamalkan doa ilmu khusus tersebut sebanyak-banyaknya.
5.) Setelah semua lelaku ritual tersebut di atas kita kerjakan. Kini kita tinggal mempraktiskannya. Cukup hanya duduk bersila di tempat yang suci dari najis secara kontak rohani, kita dapat menyuruh/perintah bangsa Jin yang mendiami pekarangan, tempat tinggal, bahkan tanah garapan atau kebun kita untuk segera meninggalkan tempat tersebut secara cepat dan hormat.
6.) Bagaikan seorang " Raja ", dalam pandangan ruhani/batin bangsa Jin pada diri kita. Maka bangsa Jin tersebut akan tunduk dan patuh untuk segera meninggalkan tempat tinggal yang dihuninya dengan cepat kerana sangat hormat tunduk dan takut-nya melihat rohani kita seperti " Baginda Nabi Sulaiman as."
7.) Ilmu tersebut tidaklah boleh digunakan sembarangan asal usir saja, bila dirasakan kehadiran jin di sekitar tempat kita tidak menimbulkan fenomena-fenomena negatif atau adanya gangguan dari mereka.
SEKIAN DAHULU...
SELESAI..
QUL HUALLAHU AHAD. LAA ILAHA ILLAH ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZHOLIMIIN. LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH.
Seperti biasa ambil sisi positif dari cerita ini, yang negatif jangan diambil. Kekuatan yang tidak bisa ditandingi adalah kekuatan daripada Allah swt. Sang Maha Pencipta.
Sekiranya ada tutur bahasa dan tingkah laku yang tidak berkenan di hati para sahabat-sahabat semua, aku. TOK PENJEJAK BADAI, dengan merendahkan diri memohon maaf...
TERIMA KASIH......
OLEH :
TOK PENJEJAK BADAI.


Comments
0 Comments
Facebook Comments by Blogger Widgets

No comments:

Post a Comment

About

Popular Posts