Trending

Tuesday, 2 October 2018

MALAIKAT YANG GAGAL MENJADI MANUSIA HARUT DAN MARUT



MALAIKAT YANG GAGAL MENJADI MANUSIA.
HARUT DAN MARUT.
SEBUAH RAHASIA TERBESAR DARI DUA MALAIKAT YANG GAGAL MENJADI MANUSIA TERUNGKAP.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….Sahabat-sahabat yang aku hormati semuanya, tidak kira di mana jua berada. Baik dari dunia nyata mahupun sahabat-sahabat dari dunia ghaib. Segala puji syukur kehadirat Allah swt. Selawat senantiasa dihaturkan keatas Junjungan Baginda Nabi Muhammad saw. Tiada setitik niat pun dihati ini untuk menggurui siapa, hanya mencari dan mengharap ridho Allah swt semata. Dan dengan kerendahan hati yang paling dalam, izinkan aku yang miskin ilmu lagi dhoif ini, berbagi sedikit ilmu dan pengalaman untuk dikongsi bersama sahabat-sahabat semua.... Insha Allah....
Sahabat, pernahkah sahabat mendengar kisah tentang Malaikat Harut dan Marut..?
Siapakah mereka..?
Mungkin bagi sebagian sahabat telah mengetahui tentang Harut Marut itu siapa dan mengetahui pula kisah mereka. Dan siapakah yang mengajar ilmu sihir kepada manusia..? Mari kita selidik riwayat kedua Malaikat Harut dan Marut....
RIWAYAT MALAIKAT HARUT DAN MARUT.
Mereka adalah dua orang dari bangsa Malaikat. Sepertinya asal usul dan riwayat perjalanan kehidupan mereka telah melalui kurun masa dan perjalanan lorong waktu yang sangat panjang. Usianya telah melampaui jutaan, atau bahkan billion tahun yakni diperkirakan lahir sejak Allah menciptakan NUR MUHAMMAD kemudian tercipta ARSY, kemudian pada moment lain berikutnya, barulah Allah menciptakan keberadaan Malaikat.
( Ingat : bukankah tidak ada kematian bagi makhluk bernama Malaikat sehingga sampai datangnya kiamat nanti..?),
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا.
" Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya….." (ini untuk Malaikat) (QS.3. Ali ‘Imran:145)
Juga silahkan renungi ayat ini (QS.39. Az Zumar:68)
" Setiap segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan tentu ada permulaannya, seperti dahulu langit dan bumi belum ada kemudian Tuhan berkehendak mengadakan, maka dahulu langit dan bumi awalnya masih dalam bentuk terpadu (menjadi satu), juga sebelum manusia yang sekarang ini telah mencapai jumlah billion itu, maka awalnya Tuhan menciptakan Adam terlebih dahulu.
“…… أَنَّٱلسَّمَـٰوَتِوَوَٱ لْأَرۡ ضَ ڪَنَتَ ….”
(QS. 21. Al Anbiyaa’: 30)
Demikian pula diperkirakan Harut dan Marut ini lahir( tercipta ) sejak Tuhan menciptakan Arsy jutaan tahun lalu, dimana ketika terjadi peristiwa bahwa Allah Ta’ala menciptakan Malaikat pada saat itu ditujukan untuk sebuah misi tugas yakni, MENJUNJUNG/MEMIKUL ARSY dan mengitari/berkeliling/bertawaf sambil bertasbih ( Mengagungkan Asma Kebesaran- Nya), mengelilingi Nur Muhammad selama 70.000 tahun.
وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
" Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka." (QS.69. Al Haqqah:17)
Tentu secara reality, bahwa saat itu Allah Ta’ala belumlah menciptakan Malaikat dalam jumlah yang banyak kerana disesuaikan dengan keperluan dikala itu yakni dengan delapan Malaikat yang dipimpin oleh Harut dan Marut ini, guna menjunjung tinggi Singgasana Arsy keagungan-Nya, maka kemudian dalam waktu berikutnya terciptalah Malaikat-malaikat lainnya sebagai Abdi-Nya yang langsung larut tenggelam dalam gemuruh menggemakan nada-nada Tasbih yang penuh khidmat, mengelilingi Arsy tersebut bersama-sama.
Dan demikianlah Allah Ta’ala menambah terus penciptaan Malaikat seiring dengan kehendak dan kekuasaan-Nya mengadakan ciptaan-ciptaan makhluk dan kehidupan serta alam semesta, dan Allah Ta’ala mengadakan Malaikat-Nya dengan maksud menjadikan sebagai ABDI, melakukan ibadah, mengabdi kepada-Nya dengan pengabdian yang sangat taat tunduk tanpa reserve serta mengemban tugas-tugas kekuasaan-Nya.
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
" Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud." (QS.7. Al A’raaf:206)
(QS.66. At Tahrim:6)
Dedikasi Harut dan Marut selama jutaan tahun beribadah dan mempersembahkan pengabdian-pengabdian kepada-Nya dengan tulus itu tak diragukan lagi ketaatannya, sehingga mereka mencapai posisi derajat paling tinggi Maqamnya yakni mencapai derajat AL-MUQARROBIN ( yang didekatkan kepada Tuhan ), dan selalu menjadi pemimpin diantara golongan bangsa Malaikat sepanjang masa.
Hingga sampailah pada suatu masa dimana Allah Ta’ala menciptakan bangsa Jin dalam maksud sebagai KHALIFAH DI MUKA BUMI pada suatu masa.
Dan Harut Marut pun begitu taat ketika diberi tugas mengemban misi MEMUSNAHKAN SISA-SISA ASKAR JIN-JIN YANG KAFIR dimuka bumi waktu itu.
Dan hingga sampai pada suatu datangnya ketetapan dari Rabb nya bahwa pimpinan KEMALAIKATAN nya pun diambil alih tugaskan kepada bangsa Jin yang telah mencapai derajat AL-MUQARRABIN pada suatu masa itu, maka mereka pun tetap tak membantah dan mematuhi dengan penuh ketaatan.
( walaupun nasib Jin yang mendapat kesempatan kehormatan menjadi pemimpin para Malaikat ini pada akhirnya tak berlangsung lama, kerana dari golongan mereka akhirnya tanggal derajatnya kerana membangkang perintah Tuhannya hingga dikutuk menjadi IBLIS).
Maka sampailah pada sejarah dimulainya episode perjalanan kehidupannya Harut dan Marut berikutnya yang akan membuat perubahan drastik atas nasib mereka berdua.
HARUT DAN MARUT BERKEINGINAN MENJADI MANUSIA.
Setelah Jin-jin yang durhaka itu diusir dari Syurga-Nya ke bumi, dan Adam diarak para Malaikat dengan upacara penuh kemewahan serta dihiasi mahkota-mahkota kemuliaan-Ny. Adam kemudian disemayamkan di kerajaan Syurga-Nya, maka saat itulah dalam benak HARUT dan MARUT begitu digelayuti fikiran-fikiran yang akhirnya bermuara pada sebuah tanda tanya besar.
" Ya, Allah Ya Rabbi, betapa Engkau telah mengucapkan perkataan penuh rahasia…", yakni :
" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Lalu mereka berkata :
" Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan dan menumpahkan darah, pada hal kami sentiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau...?
Tuhan berfirman :
" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui." (al Baqarah : 30).
" Betapa Engkau begitu memuliakan Adam, makhluk ciptaan-Mu yang hanya berasal dari tanah namun mendapat kehormatan menjadi KHALIFAH DI MUKA BUMI, dimanakah letak hikmah-Mu Ya Rabb…?"
" Sedangkan bangsa Jin yang telah Engkau ciptakan dari unsur yang kuat saja (api), gagal menjadi khalifah dimuka bumi, apalagi manusia yang lemah dan juga suka menumpahkan darah serta berbuat kerusakan dimuka bumi."
Lalu Allah berfirman kepada para malaikat :
" Jika sekiranya Aku menjadikan kamu semua seperti manusia nescaya kamu juga akan melakukan seperti apa yang telah berlaku di kalangan manusia."
Malaikat menjawab :
" Wahai Tuhan...! Maha Suci Engkau, kami sekali- kali tidak akan mengingkari Kamu."
Beribu-ribu tahun HARUT dan MARUT menyimpan pertanyaan itu, namun bukannya Tuhan tak mengetahui, bukannya Tuhan tak mendengar. Hingga sampailah pada suatu zaman. Ya, suatu zaman ketika Tuhan menghantarkan Harut dan Marut beserta para Malaikat yang lainnya menunjukkan sebuah kisah syahdu dari lakon para hamba-Nya, manusia yang mukhlis, hanif serta berserah diri dengan kuat kepada Tuhannya, yakni pada kisah Nabi Ibrahim (Abraham / Brahman), yang ikhlas, berserah diri ketika mendapat perintah untuk menyembelih anaknya.
Selengkapnya silahkan buka kitab al Quran untuk merenungi kisah penyembelihan putra Ibrahim( Ismail ).
Nah, pada saat itulah di alam keagungan-Nya, Tuhan memanggil Harut dan Marut serta para Malaikat lainnya untuk berkumpul menyaksikan peristiwa dari kisah anak manusia, Ibrahim yang dengan tunduk patuh menerima perintah Tuhannya untuk menyembelih Ismail putranya dan ditambah lagi sang putera pun dengan rela, ikhlas pasrah diri menerima perintah Tuhannya untuk dijadikan QURBAN.
Maka, ketika di bumi terjadi detik-detik peristiwa penyembelihan Ismail putra Ibrahim as. itu, maka pada saat itu Tuhan mengadakan " Siaran Langsung / Live broadcast,", yang disaksikan oleh para Malaikat-Nya, di alam langit keagungan-Nya, dimana Sang Rabb Tuhan Yang Maha Perkasa pun pada saat itu menjadikan moment yang menggetarkan qalbu ini, menjadikannya sebagai pengajaran akan suatu ilmu hikmah kepada Harut dan Marut serta Malaikat lainnya, yang selanjutnya Allah Ta’ala berucap :
" Harut, Marut…Saksikanlah…lihatlah oleh kalian, betapa dari makhluk ciptaan-Ku dari jenis manusia yang membuat kalian bertanda Tanya itu, telah mampu menandingi kepatuhan, ketaatan seperti yang kalian persembahkan kepada-Ku. Betapa lebih beratnya beban perasaan manusia dibanding kalian yang tidak memiliki nafsu ego, namun dari mereka terbukti ada….terbukti mampu, bayangkan seandainya kalian memiliki anak yang paling kalian cintai tetapi kemudian mereka patuh dan rela terpisah kerana harus diqorbankan untuk-Ku."
Inilah rahasia (hikmah) dari perkataan-Ku.
“……..قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ….”
" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." QS.2. Al Baqarah : 30.
Maka seketika itu terbelalak lah Harut, Marut dan Malaikat lainnya sambil mengucapkan :
" Subhanallah Walhamdulillahi Walaa Ilaa Hailallahu Allahu Akbar…"
(Maha Suci Tuhan dan segala puji bagi-Mu dan tiada Tuhan melainkan hanya Engkau,dzat Yang Maha Besar)
Maka pada zaman ribuan tahun berikutnya, Allah Ta’ala mempersembahkan kembali sebuah kisah pilu dari hamba-Nya yang hanif yang ikhlas berserah diri yakni pada riwayat Nabi Ayyub as yang diberi cobaan berat.
* Dan beberapa ribu tahun kemudian, (Setelah kisah Harut dan Marut), kembali Tuhan sang penguasa alam menghadirkan pertunjukan fantastic kepada para Malaikat-Nya, yakni sebuah episode dahsyat yang dipersembahkan oleh Sang Kekasih-Nya yakni Muhammad SAW, yang menunjukkan kembali kisah seorang hamba manusia/Abdi-Nya, yang lebih mengharukan lagi dari pertunjukan sebelumnya,…
Tatkala Muhammad yang sedang berdakwah itu dilempari batu hingga berdarah-darah, dilempari kotoran hewan, diludahi,..oleh penduduk Thaif, namun Beliau tetap sabar dan berlalu dengan tenang,…dan tak membalas…
Justru Malaikat Jibril as yang sangat murka hingga ia mengangkat gunung batu Jabal Uhud yang berbobot jutaan tons tsb, siap ditimpakan pada penduduk Thaif kala itu…
Namun apa tanggapan Muhammad..?
Beliau mencegah niat Jibril dan berkata :
" Ya, Jibril.. Jangan….jangan kau lakukan itu…"
" Kasihanilah mereka, sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti…"
" Jika saat ini mereka enggan beriman, maka mudah-mudahan nanti dari anak keturunan mereka ada yang beriman.."
Jibril as pun lemas,…Malaikat di langit tinggi pun berdecak kagum dan leleh teteskan air mata keharuan.
Maka, 1400 tahun kemudian lihatlah, saksikanlah dari generasi mereka yang dulu moyangnya berbuat zalim terhadap Muhammad SAW, kini mereka anak keturunannya telah beriman semua, bahkan kini menjadi pembela Islam yang siap mengorbankan nyawa untuk dipersembahkan kepada Tuhan-Nya, pada kemuliaan Muhammad…pada bendera Islam…
* ( menurut riwayat silsilah, bani Thaif dulu exodus ke Palestina, yang kini mereka hidup siap mati melawan Zionis dan kini mereka berjuang menegakkan bendera Muhammad)
Maka, bayangkan jika Muhammad kala itu mengizinkan Jibril menimpakan Gunung Uhud itu pada penduduk Thaif, dalam hitungan detik tanpa teriakan mereka semua binasa dan entah takdir kehidupan di masa depan( sekarang ) mungkin akan lain ceritanya, kerana jika Jibril lakukan " membumikan " Thaif, maka dari sejak dulu hingga kini tak ada Ka’bah, tak ada Mekah Al-Mukarramah, tak ada gempita Haji tawaf mengelilingi Ka’bah dan tidak ada kemuliaan Islam….
( zone Thaif dengan Ka'bah tak jauh, hanya hitungan KM, sedangkan volume gunung Uhud jika diratakan, maka area Mekah/Ka'bah lenyap / tertimbun).
KEINGINAN HARUT DAN MARUT MAHU MENJADI MANUSIA DIKABULKAN.
Maka pada moment berikutnya, timbullah keinginan Malaikat untuk menjadi manusia dalam rangka untuk lebih khidmat lagi mempersembahkan bakti ketaatan dan keikhlasan kepada Allah Ta’ala. Para Malaikat ingin seperti Ibrahim yang notabene hanya manusia tapi mampu mencapai derajat melebihi Malaikat. Lalu Malaikat pun mengajukan permohonan kepada Rabb,Tuhan Semesta Alam :
" Ya, Allah Ya Tuhanku, perkenankanlah kami untuk diberi kesempatan menjadi manusia."
Allah SWT berfirman :
" Sungguh jika kalian menjadi manusia niscaya kalian akan melakukan sebagaimana yang mereka lakukan juga."
( berbuat dosa dan kerusakan di muka bumi.)
Para Malaikat menjawab :
" Maha Suci Engkau wahai Tuhan, takkan mungkin kami mendurhakai-Mu."
Allah berfirman :
" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui."
Kemudian Malaikat menjawab :
" Kami adalah lebih patuh kepada Engkau dibanding anak keturunan Adam."
Kepada malaikat, Allah berfirman :
" Panggillah kemari dua malaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kalian dapat melihat apa yang dilakukan kedua malaikat itu."
Allah berfirman kepada malaikat :
" Pilihlah dua diantara kamu yang termulia."
Malaikat menjawab :
" Tuhanku, biarlah Harut dan Marut yang melakukannya."
Lalu para malaikat memilih Harut dan Marut kerana mereka berdua adalah yang paling terbaik beribadat kepada Allah dari kalangan malaikat. Firman Allah :
" Dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil iaitu Harut dan Marut." al Baqarah : 102 .
Babil atau dikenali dengan Babylon di Iraq. Babylon ketika itu penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita- wanita cantik dan jelita berada di mana- mana saja, arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.
Maka Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi dan dengan diberi sifat-sifat yang sama seperti yang melekat pada manusia iaitu : Nafsu syahwat, Akal, dan lain-lain.
(Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Assham Bin Rawwad, dari Adam, dari Abi Ja’far, dari Qais Ubaid, dari Ibnu Abbas r.a).
BABYLONIA 2000-1900 BC. ( Sebelum Masehi ).
Harut dan Marut diturunkan di negeri Babylonia, Jazirah Mezopotamia semasa akhir kerajaan Sulaiman. (sekitar 3900-3700 lalu).
Setelah lama berjalan jalan di kota Babil mereka berdua merasa letih. Harut pun berkata :
" Aku terasa sesuatu di dalam dadaku, begitu juga di kepalaku seolah- olah badanku berat seperti bukit sehingga kakiku tidak mampu memikulnya."
Marut menyahut kata- kata Harut :
" Aku berasa seperti yang kamu rasa tetapi perutku amat terasa sakit."
Harut menjawab :
" Itu bunyi perut yang lapar, wahai saudaraku..! Sesungguhnya kita telah jadi seperti manusia, ketika kita malaikat tidak pernah merasa lapar dan dahaga bahkan kita sentiasa bertasbih dan menyucikan Allah."
Lalu Harut mendongak ke langit berdoa kepada Allah supaya Allah memberi mereka makanan.
Tiba- tiba mereka tercium aroma daging bakar yang memenuhi rongga hidung mereka berdua. Mereka berdua segera pergi mencari ke arah aroma daging bakar, akhirnya mereka sampai ke majlis keramaian. Mereka dapati ramai manusia sedang berjamu selera dalam majlis tersebut.
Orang ramai juga memerhatit Harut dan Marut, kemudian tuan majlis merasa kasihan lalu menjemput mereka makan. Mereka makan bersama orang ramai sehingga kenyang dan perut mereka tidak lagi berbunyi.
Selesai makan, mereka pun memerhati semua orang ramai yang sedang makan, mereka memerhati seluruh tempat di dalam majlis itu. Akhirnya mata mereka berdua terpaku melihat kecantikan dan kejelitaan seorang wanita, wajahnya cantik bak bulan purnama.
Itulah kali pertama mereka melihat Zahrah ratu cantik di Babil. Harut dan Marut tersedar dari lamunan, dan rasa bersalah kerana telah melakukan dosa. Harut dan Marut pun segera beristighfar dan bertaubat dari dosa tersebut. Rasa terlalu malu atas dosa tersebut hampir- hampir membunuh mereka berdua. Penyesalan jelas terpancar dari riak muka mereka.
Tetapi setelah perasaan penyesalan berlalu, syahwat datang kembali sekali lagi mereka memandang Zahrah dengan asyik sekali, sehinggalah suara iman dalam hati mereka memberontak dan berkata ini nafsu dan bujukan syaitan. Suara iman mengatasi syahwat mereka segera beristighfar kepada Allah SWT.
Sambil itu kedua- dua tertanya- tanya apakah yang telah mereka lakukan sanggup mengingkari perintah Allah dengan melihat kepada perkara yang diharamkan ke atas mereka.
Harut pun berkata kepada Marut :
" Nafsu manusia buruk dan keji mendorong kita melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah kejinya nafsu manusia...!"
Marut menjawab :
" Mungkin perasaan engkau sama seperti apa yang aku rasai sekarang...! Ya, aku takut tempat kembali kita adalah neraka, yang menjadi tempat balasan orang- orang yang durhaka kepada Allah."
Allah Berfirman :
Mereka (membelakangkan Kitab Allah) dan mengikuti ajaran-ajaran sihir yang dibacakan oleh puak-puak Syaitan dalam masa pemerintahan Nabi Sulaiman. Padahal Nabi Sulaiman tidak mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran itu, akan tetapi puak-puak Syaitan itulah yang kafir (dengan amalan sihirnya) kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat, Harut dan Marut, di negeri Babil (Babylon). Sedang mereka berdua tidak mengajar seseorang pun melainkan setelah mereka menasihatinya/peringatan dengan berkata :
" Sesungguhnya kami ini hanyalah cubaan (untuk menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau menjadi kafir (dengan mempelajarinya). Dalam pada itu ada juga orang-orang yang mempelajari dari mereka berdua, Ilmu sihir yang boleh menceraikan antara seorang suami dengan isterinya, padahal mereka tidak akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau membahayakan) dengan sihir itu seseorang pun melainkan dengan izin Allah dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka dan demi sesungguhnya mereka (kaum Yahudi itu) telah pun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu tidaklah lagi mendapat kebahagian yang hakiki/baik di akhirat. Demi sesungguhnya amat buruknya apa yang mereka pilih untuk diri mereka, kalaulah mereka mengetahui." (Surah Al-Baqarah , ayat 102).
Raja Babylon ketika itu, ialah Raja Namrud dan beliau amat meminati sihir yang diajar oleh malaikat- malaikat tersebut. Ajaran-ajaran sihir ini telah diturunkan sehinggalah ke hari ini dalam pelbagai bentuk seperti jampi dan mantra-mantra.
(Berdasarkan sejarah, Dynasty pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian dan setelah zaman Nabi Sulaiman as, Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi (1792-1750 BC atau Before Christ/sebelum Masehi), menjadikannya Ibu Kota kerajaan Babylonia.
Demikianlah Allah menunjukkan kebijaksanaannya, menjadikan Harut dan Marut berubah menjadi manusia dan menurunkannya ke bumi dengan dibekali hawa nafsu. Mereka turun ke bumi dengan membawa tugas, yaitu mengajarkan manusia logika ilmu sihir, yang tujuannya adalah untuk melawan ilmu-ilmu sihir syaitan. Sekaligus mengajarkan manusia kebaikan.
Mereka (para syaitan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan :
" Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya."
(QS. Al Baqarah:102)
Dan dimulailah misi mereka mengajarkan orang-orang di kerajaan Babilon beberapa logika ilmu sihir dan cara melawan ilmu sihir syaitan.
Singkat cerita, setelah kedatangan Harut dan Marut maka terjadilah gerakan perlawanan rakyat terhadap para ahli sihir syaitan. Akhirnya para ahli sihir syaitan pun berhasil dikalahkan dan tersingkir dari Babilon. Penguasa kerajaan Babilon kemudian mengumumkan larangan keras bagi warganya untuk mempelajari ilmu-ilmu sihir.
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra :
" Kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir." (al Jami li Ahkamil Qur’an juz II hal 472).
Akhirnya, sebagai penghargaan terhadap Harut dan Marut yang telah dianggap oleh rakyat sebagai guru besar, penguasa kerajaan Babilon memberikan mereka kedudukan tinggi sebagai penasihat kerajaan sekaligus sebagai HAKIM AGUNG. Mereka hidup dalam kemewahan dengan harta yang berlimpah.
Namun demikianlah, ternyata kedudukan tinggi dan bergelimang harta itu perlahan-lahan mulai membuat hawa nafsu Harut dan Marut menjadi tak terkendali. Mereka akhirnya mabuk dalam kenikmatan duniawi dan melupakan tugas-tugas mereka sebagai manusia. Dan mulailah Harut dan Marut terlilit benang-benang petaka syaitan yang tentu akan membuat nasib kehidupannya menjadi penuh dengan tragedi dan nestapa.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra :
" Dengan kehendak Allah, lalu datang seorang wanita yang cantik bagai bunga (Zahrah/Azzura). Azzura adalah puteri mahkota kerajaan, dan ia pun mulai memasuki kehidupan kedua malaikat itu.
Suatu hari Azzura berkata :
" Mahukah kamu mengucapkan kalimat mantera, aku hendak mengguna-guna seseorang..?"
Harut dan Marut menjawab :
" Tidak, demi Allah, sedikit pun kami tidak mahu mempersekutukan Allah untuk selama-lamanya..!"
Azzura meninggalkan mereka berdua. Pada hari yang lain, Azzura kembali lagi dengan permintaan bantuan untuk menjadi pembunuh bayaran. Sambil mendekati kedua malaikat itu Azzura terus merayu dan berkata :
" Bersediakah...!"
Kedua malaikat itu menjawab :
" Tentu saja tidak, demi Allah selamanya aku tidak akan berbuat membunuh...!"
Suatu ketika Azzura mengajukan perkara ke pengadilan kerajaan, sang Raja memerintahkan Harut dan Marut dilantik sebagai hakimnya. Azzura selalu mendatangi kediaman Harut dan Marut untuk memujuk agar mereka memenangkan perkaranya( kesnya ). Dan dilain hari Azzura datang sambil membawa segelas arak. Setelah merayu mereka, akhirnya Azzura berkata :
" Aku tidak akan mengenalmu/meminta lagi jika kalian tidak berada dipihakku." kemudian Azzura menawarkan secawan arak kepada mereka.
Akhirnya kedua malaikat itu lalai dan tergoda oleh kemolekan Azzura kemudian kerana tak ingin mengecewakan Azzura, Harut dan Marut pun tenggelam dalam mabuk dan kemudian mereka pun melakukan perbuatan terlarang, mereka memperkosa Azzura, kemudian dalam kepanikan akibat pengaruh minuman keras itu, mereka akhirnya malah semakin tak ter-control dan akhirnya membunuh Azzura untuk menutupi jejak dosa mereka.
Setelah habis kesan pengaruh arak, mereka pun sedar apa yang telah mereka lakukan dan rasa amat menyesal, amat sedih sehingga mereka berdua berusaha untuk terbang ke langit tetapi tidak mampu kerana dosa yang mereka lakukan terlalu besar dan berat.
Maka jatuhlah mereka ke dalam lembah nista yang tak pernah mereka sangka-sangka. Raja sangat berang, yang akhirnya menjatuhkan hukuman mati atas Harut dan Marut diatas tiang gantungan, kemudian jasadnya dibuang ke laut.
Setelah mereka dibuang ke lautan, datanglah Malaikat Jibril as dari langit memberitahu Harut dan Marut bahwa masa tugas mereka telah berakhir. Dan mereka diperintahkan kembali ke langit untuk melapor. Dengan ketakutan yang dahsyat, Harut dan Marut dihantarkan kembali ke langit menghadap Allah swt untuk menjalani hukuman dan sidang pengadilan dari Tuhannya..
Diriwayatkan oleh Makhul, dari Mu’adz :
Maka datanglah dari sisi Allah Malaikat Jibril as kepada mereka. Pada saat Jibril datang, Harut dan Marut menangis dan Jibril ikut menangis sambil berkata :
" Sesungguhnya cobaan apakah yang membuat kalian sampai hanyut seperti ini..?"
Maka disaksikan seluruh malaikat, di putarlah kembali rakaman riwayat kisah perbuatan Harut dan Marut selama menjalani kehidupan sebagai manusia, dengan status :
" GAGAL MENJADI MANUSIA ", yang berakhir dengan memikul dosa besar.
Saat itu juga seluruh malaikat bertasbih dan beristighfar kepada Allah. Kerana mereka menyadari betapa tidak mudahnya menjadi manusia. Dan betapa masih ada manusia-manusia baik yang tidak layak diazab.
Akhirnya Allah swt menutup sidang itu dengan dua pilihan. Menawarkan pada Harut dan Marut dua pilihan..?
Kemudian Harut dan Marut terdengar seruan dari langit ;
" Kamu berdua pilih samada kamu mahu di azab di dunia atau di akhirat...!
Ingin di azab di dunia, atau ingin di azab di akhirat. Harut dan Marut yang mengetahui betapa dahsyatnya azab akhirat tentu saja langsung memilih di azab di dunia.
Harut dan Marut memilih azab di dunia, lalu mereka berdua terus diazab sehingga Hari Kiamat. Lalu kedua malaikat itu pun memohon ampun kepada Allah dan kemudian keduanya dihukum gantung di atas perigi/sumur Barhud dengan kepala dibawah dan kaki diatas hingga hari Kiamat tiba. Sedangkan wanita yang menyesatkan kedua manusia jelmaan malaikat itu dikutuk oleh Allah menjadi bintang Zuhra (Venus).
* - Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang Malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang sholeh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura sholeh seperti malaikat.
Dan menurut berbagai kisah, Harut dan Marut hingga kini masih tergantung di tengah samudera dengan keadaan kaki di atas dan kepala di bawah, maka semua bocoran asap karbondioksida yang ada di dunia ini mengalir terhirup ke pernafasan Harut dan Marut.
KESIMPULAN..
1.) Bahwa ternyata sebuah rahasia besar mengapa dari bangsa Malaikat berkeinginan menjadi manusia, ternyata berawal dari betapa Tuhan sangat memuliakan bangsa manusia yang mahu taat dan beriman menyembah Tuhannya dengan ikhlas sehingga para Malaikat merasa bahwa satu sisi kebanyakan makhluk manusia itu ingkar/kafir dan selalu berbuat kerusakan dimuka bumi, namun tanda tanya Malaikat semakin besar ketika Tuhan berfirman :
“……..قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَالَاتَعْلَمُونَ….”
" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
2.) Berarti di bumi ini masih tinggal dua orang Malaikat yang tengah menjalani masa hukuman hingga hari kiamat.
3.) Harut dan Marut gagal mencapai derajat sebagai manusia, maka berarti makna " manusia " adalah hamba Allah yang taat / taqwa, beribadah, mengabdi pada Tuhannya. Jika ada manusia yang tidak mahu beribadah kepada Tuhannya, hidup hanya untuk makan, buang kotoran, mengumbar nafsu bersenang-senang saja, apalagi berbuat kejahatan, maka layakkah kita menyandang gelaran sebagai MANUSIA….?
Semoga Artikel Ini Menjadikan Pelajaran Dan Renungan Buat Kita Semua....
ILMU TERBANG HARUT MARUT.
DARI KITAB HARUT MARUT.
Berikut adalah salah satu nukilan ilmu yang diambil dari Kitab Harut Marut dan berkembang luas di setiap lembaran kitab Hikmah, tauhid (Kitab Al Mustadrak Karya Al Hakiim, Al Uqubat karya Ibn Abid Dunya), dan diterangkan oleh Rasulullah SAW…
" Mahukah kalian berdua (Harut dan Marut) memberitahukan kalimat yang dapat menurunkan dan menaikan kalian
(terbang) ke langit dan ke bumi...?"
Ke duanya (Harut dan Marut) menjawab :
" Bismlillahi A'zham." salah satunya (Harut) berkata :
" Ajarilah dia wahai Marut…." ( HR. Abd bin Humaid dan Ishaq bin Rahawiyah, dari Ali bin Abi thalib yang musnadnya dari sabda Rasulullah SAW).
MANTRANYA :
" Bismillahi 'Adzham .....( Qosam )......"
TATA CARANYA :
Dibaca 19.000x siang dan 19.000x malam.
Qosam kata kunci khusus untuk terbang tidak dapat aku tuliskan di sini kerana belum mendapat izin dari guru aku. Namun khasiatnya sangat besar kerana Doa Qosam ini digunakan oleh para malaikat Allah.
SELESAI...
SEKIAN DAHULU....
QULHU ALLAHU AHAD. LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZALIMIN. LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH...
Seperti biasa ambil sisi positif dari keilmuan dan cerita ini, yang negatif jangan diambil. Kekuatan yang tidak bisa ditandingi adalah, kekuatan daripada Allah s.w.t. Sang Maha Pencipta.
Sekiranya ada tutur bahasa dan tingkah laku yang tidak berkenan di hati para sahabat-sahabat semua, aku. TOK PENJEJAK BADAI, dengan merendahkan diri memohon maaf....
TERIMA KASIH......
OLEH:
TOK PENJEJAK BADAI.


Comments
0 Comments
Facebook Comments by Blogger Widgets

No comments:

Post a Comment

About

Popular Posts