Trending

Saturday, 12 May 2018

KISAH CINTA KAJENG SUNAN KALIJAGA DAN IBU RATU PANTAI SELATAN


KISAH CINTA KAJENG SUNAN KALIJAGA DAN IBU RATU PANTAI SELATAN.
Assalaamu’alaikum..wr..wb....Sahabat-sahabat yang aku hormati semuanya, tidak kira di mana jua berada. Baik dari dunia nyata mahupun sahabat-sahabat dari dunia ghaib. Segala puji syukur kehadirat Allah swt. Selawat senantiasa dihaturkan ke atas Junjungan Baginda Nabi Muhammad saw. Tiada setitik niat pun dihati ini untuk menggurui sesiapa, hanya mencari dan mengharap redho Allah swt semata. Dan dengan kerendahan hati yang paling dalam, izinkan al fakir yang miskin ilmu lagi dhoif ini, ingin berbagi sedikit ilmu dan pengalaman untuk dikongsi bersama sahabat-sahabat semua..Insya'allah....
Sahabat yang aku hormati semua, kelmarin aku sudah berjanji kepada sahabat-sahabat semua, iaitu untuk menyambung kisah yang berkaitan dengan Ibu Ratu Pantai Selatan. Nah.....Hari ini aku tunaikan janji aku itu. Mari ikut aku flash back pada era 1400 Masihi.
Setelah aku kembali dari rumah Mbah Nono(juru kunci) Cepuri di Pantai Parangkusuma, setelah aku sampaikan pesan dan senjata Kujang yang di beri oleh Ibu Ratu, aku pun meninggalkan rumahnya dan menuju ke Jakarta. Aku ingat mahu pergi kampong Andi untuk berjumpa dengan Nasir Anglir agar sama-sama balik ke Jakarta ke APC, tapi duit tak cukup. Maklumlah aku musafir di negeri orang, mana lah ada duit kadang-kadang 2-3 hari tak makan, jadi aku berpuasa sunat sahaja. Selalunya ibu dan adik aku yang masukkan duit dalam bank setiap bulan. Kadang-kadang tidur pun di surau-surau, di makam-makam kerana mencari setetes ilmu.
Dalam perjalanan ke Jakarta, aku teringat ketika aku berada di Pesantren Jami'ul Ijazah di Cirebon. Aku suka membaca ' Kitab Kuning ' yang selalu dijadikan rujukan dalam pembelajaran di situ. Aku teringat aku membaca kisah "Kisah Cinta Sunan Kalijaga dan Kajeng Ratu Kidul." Ok..mari kita pergi ke era 1400 masihi.
Di era 1400 masihi, di tengah berkecamuknya dua aliran berbeda pandangan, antara Islam dan ajaran Hindu, di kala itu Galuh Pajajaran yang di kepalai oleh Raja Sakti Mandraguna, Prabu Siliwangi. Beliau tidak mahu di Isalam kan oleh Kajeng Syeikh Syarif Hidayatullah(datuk dan cucu) atau biasa di kenal sebagai Sunan Gunung Jati. Sehingga banyak menimbulkan perang saudara di antara kedua belah pihak.
Dalam hal ini Pangeran Arya Kemuning, Dewi Nyimas Gandasari dan Nyimas Roro Kencono Wungu di tugaskan oleh Raja dari Keratin Cirebon untuk mengalahkan kesaktian Prabu Siliwangi.
Namun pada kenyataanya sang Prabu selain dikenal dengan kesaktiannya, beliau juga di kenal sebagai sebagai seorang ahli strategi perang sehingga kala itu pasukan Cirebon, dengan mudah di kalahkan. Dengan kalahnya pasukan Cirebon, Kajeng Sunan Gunung Jati akhirnya Sunan Kali Jaga di utus secara langsung untuk menghadapi Prabu Siliwangi, Namun lagi-lagi utusan dari Cirebon ini tidak dapat mengalahkan Prabu Siliwangi, hingga akhirnya dengan memohon petunjuk dari Allah SWT, Sunan Gunung Jati mengutus kembali Sunan Kali Jaga, untuk meminjamkan satu pusaka pilih tanding daripada Ratu Kidul Dewi Nawang Wulan. Pusaka itu berupa Tombak Karera Reksa. Hal ini dilakukan agar dapat untuk menaklukkan kekuatan Pertahanan Prabu Siliwangi.
Maka berangkatlah Sunan Kali Jaga dan sesampainya di dasar Pantai Selatan, beliau di tolak mentah-mentah oleh Ibu Ratu Kidul, dengan alasan tidak membawa bukti atau surat utusan rasmi dari Kajeng Sunan Gunung Jati(Syeikh Syarif Hidayatullah). Di sinilah kejelian Ibu Ratu Kidul, padahal beliau sudah lama menaruh hati pada Sunan Kali Jaga.
" Wahai kisanak......pulanglah kecuali kau mempertemukan aku dengan Raja Panatagama." sebutan buat Raja Cirebon.
Kerana merasa tidak mendapatkan hasil, maka Sunan Kali Jaga terpaksa membawa Kajeng Ratu Kidul untuk menghadap Kajeng Sunan Gunung Jati. Sesampainya di kota Cirebon, Sunan Gunung Jati pun menyambutnya dengan tersenyum simpul. Melihat Sunan Gunung Jati, tersenyum, Ibu Ratu Kidul, langsung wajahnya memerah, beliau sangat malu dan takut kerana sang Sunan dapat membaca fikirannya.
Sesampai di dalam Kaputren, Sunan Gunung Jati langsung memanggil Kajeng Ratu Kidul atau Dewi Nawang Wulan, anak Prabu Siliwangi dari isteri ke dua, Ratu Palaga Inggris.
" Wahai putri Prabu Siliwangi, hanya dikau sahaja yang mampu mengalahkan Kesaktian Ayahanda mu, pinjamkan lah Sunan Kali Jaga pusakamu yang bernama ' Tombak Karera Reksa." terang Sunan Gunung Jati.
" Ampun Gusti Susuhunan Panatagama, saya hanya memberikan pusaka itu kepada suamiku kelak." kata Ibu Ratu Kidul.
Dengan tertawa kecil, Sunan Gunung Jati, langsung berujar kepada Sunan Kali Jaga.
" Wahai Sunan Kali Jaga, sesungguhnya tiada yang lebih mulia kecuali berpegang pada ke Agungan Syiar Islam, nikahlah dengannya(Ratu Kidul) atas nama Islam bukan kerana nafsu."
Dengan ketelusan hati Kajeng Sunan Kali Jaga, beliau menerima dengan kepatuhan seorang murid atas perintah gurunya. Namun, bagi Ibu Ratu Kidul yang suka mempermainkan idamannya, beliau tidak langsung menerima kesetiaan Sunan Kali Jaga, walau dalam hatinya saat itu penuh dengan bunga cinta, beliau menguji kekasihnya terlebih dahulu.
" Ampun Gusti Susuhan Panatagama, bagi para penghuni dasar Laut Selatan, sangat pantang menerima seseorang suami tanpa adanya suatu ikatan batin, saya hanya ingin calon suamiku memberikan satu kenangan di hari pernikahannya nanti, berupa Tasbih Kecubung/Wulung yang berasal dari Laut Merah."
Setelah keinginan Ratu Kidul, terucap yang di tujukan buat Kajeng Sunan Kali Jaga.Sunan Gunung Jati, langsung mengutus Sunan Kali Jaga, mencari apa yang menjadi keinginan dari Ratu Kidul. Lalu sang Sunan, mohon undur diri untuk melaksanakan tugasnya. Beliau langsung pergi ke gunung Ciremai menjalankan tafakur(meditasi) dan minta perlindungan kepada ALLAH SWT.
Di malam ke-4, Kajeng Sunan mendapat isyaroh yang mengatakan akan datang seseorang yang membimbing untuk menemukan di mana " Tasbih Wulung/Kecubung " berada. Atas izin ALLAH siang harinya datang 3 sosok manusia dari bangsa Lelembut(seperti Bunian) bernama, Sanghiyang Sontong, Sang Ratu Sanggah Wesesa dan Sih Walikat datang menghampirinya.
Ke-3 nya langsung mengutarakan niat baik mereka untuk membantu sang Sunan, dalam pencarian Tasbih Wulung /Kecubung. Maka diajaknya Sunan dengan Ilmu Aji Sakta Gelap Gulita(ilmu menghilang bangsa lelembut).
Sesampainya di pinggir Laut Merah, ke-4 mereka yang baru sampai langsung di sambut oleh Pangeran Sulaiman Ghaib(pendamping Ratu Balkis dari bangsa Sulaiman). Dengan kemurahan hati sang Pangeran, semua diajaknya masuk ke dalam Kerathon Bagaskara(bawah laut bagian utara Iraq) dan atas izin sang Ratu Agung Balkis, di berikanlah Kajeng Sunan Kali Jaga satu buah Nur Sulaiman a.s berwujud peti ukir, dari alam Azrak yang di dalamnya terdapat Tasbih Wulung, berbahan batu kecubung Jade.
Dengan keberhasilan ini akhirnya Sunan Kali Jaga mohon pulang dan langsung menemui gurunya Kajeng Sunan Gunung Jati(Syeikh Syarif Hidayatullah). Dengan rasa sukacita Kajeng Sunan Gunung Jati, langsung memerintah Sunan Kali Jaga untuk secepatnya menemui Ibu Ratu Kidul Nawang Wulan sehingga dengan pertalian mereka berdua akan lebih mudah untuk menaklukkan Raja Munding Wangi, bergelar Prabu Siliwangi Galuh.
Dengan diiringi 40 orang dari Kaputren Pakung Wati, rombongan Sunan Kali Jaga mula berangkat ke Laut Selatan. Ternyata perjalanan mereka sudah lebih dulu di ketahui oleh Kajeng Ibu Ratu Kidul dan dengan riangnya mempersiapkan segala hiasan untuk menyambut kedatangan kekasihnya.
Setelah kedua kekasih resmi menjadi suami isteri, maka di serahkannya pusaka Tombak Karera Reksa yang selama ini menjadi bagian pusaka no.1 Kerathon bangsa dasar laut. Dan setelah semuanya selesai, sang Sunan langsung meminta izin untuk menunaikan tugas mulia, mengalahkan Prabu Siliwangi bapa mertua nya.
Pusaka Karera Reksa langsung di serahkan kepada gurunya Sunan Gunung Jati. Lalu pusaka itu diubah sang guru ditambahi satu tombak di atasnya, sehingga pusaka Karera Reksa yang tadinya mempunyai 7 cabang dan satu jalur runcing di samping, sekarang menjadi 9 cabang setelah diolah Sang Sunan Gunung Jati. Maka Tombak Karera Reksa di beri nama baru iaitu " Pusaka Agung Buana Tombak Nirwana Cakra Langit."
Dengan pusaka Cakra Langit, akhirnya Prabu Siliwangi dapat dikalahkan melalui perang tanding(face to face) selama 7 malam berturut-turut dan Tombak Cakra Langit akhirnya di kembalikan ke Kerathon dasar Laut Pantai Selatan.
Aku tersadar dari lamunan setelah pemandu bas mengejutkan aku dan berkata : " Mas udah sampai di Jakarta."
" Terima kasih pak." cepat-cepat aku kata padanya.
Begini lah akhirnya kisah ' Cinta Sunan Kali Jaga Dan Kajeng Ratu Kidul.'
* Kisah tasbih Kecubung Wulung, sampai sekarang masih menjadi buah cerita yang banyak diminati oleh seluruh kalangan lapisan atas maupun bawah, namun sayang, bahan kecubung Wulung hanya ada di daerah Flores, Nusa Tenggara Barat. Dan seiring kami dahulu di Pondok Persantren Jam-ij Ijazah, menemukan bahannya. Fainsya Allah, telah kami maharkan tasbih ini sebagai suatu wasilah paling digemari oleh seluruh masyarakat umumnya.
SEKIAN DAHULU....
BENTENG LAPIS TUJUH HASBUNALLAH.
FADHILAHNYA :
Membentengi diri dari BAHAYA apapun, melindungi dari musuh, setan, penguasa jahat, kerusakan, kebakaran, kebatilan dan juga hewan buas.
TATA CARANYA :
TAWASSUL :
1.) Nabi Muhammad SAW.
2.) Syekh Hasan Syadzili.
3.) Orang tua kita.
Pada saat pertengahan malam setelah bersuci/wudhu wiridkan:
HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIL . 450 x empat ratus lima puluh kali.
SELANJUTNYA BACA DOA INI 7x.
ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA BISIRRIDDZAATI WA BIDDZAATISSIRRI HUWA ANTA. ANTA HUWA LAA ILAAHA ILLAA ANTA. IHTAJABTU BINUURILLAAHI WA BINUURI ‘ARSYILLAAHI WA BIKULLISMIN HUWALLOOHU MIN ‘ADUWWU WA ‘ADUWWIHI WA MIN SYARRI KULLI KHOLQILLAAHI BI MI’ATI ALFI ALFI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI. KHOTAMTU ‘ALAA NAFSII WA DIINII WA AHLII WA WALADII WA JAMII’A MAA A’THOONII ROBBII BIKHOOTAMILLAAHIL QUDDUUSIL MANII’ILLADZII KHOTAMA BIHII ‘ALAA AQTHOORISSAMAAWAATI WAL ARDHI (HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKIILU) WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI. WASHOLLALLAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHOHBIHII WA SALLAM.
ARTINYA :
Ya Allah SWT, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahasia Dzatmu dan dengan Dzatmu yang (Engkau) rahasiakan, yaitu Engkau. Engkau adalah Dia yang tidak ada tuhan selain Engkau. Aku berlindung dengan cahaya Allah SWT dan dengan cahaya singgasana-Nya dan dengan tiap nama yang nama itu adalah Allah SWT, dari musuhku dan musuh-Nya dan juga dari kejelekan seluruh makhluk Allah SWT dengan sejuta LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI, aku kunci diriku, agamaku, keluargaku dan semua yang telah diberikan kepadaku dari Allah SWT SWT Tuhanku dengan kunci Allah SWT SWT yang Maha Suci, Maha Mencegah yang dengan itu Allah SWT merawat penjuru langit dan langit. (cukuplah Allah SWT sebagai Tuhan yang mencukupiku dan sebaik-baik Allah SWT sebagai pelindung). Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah SWT.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat ta’dzim dann salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya.
SELANJUTNYA BACA DOA INI 7x.
ASROQO KALAAMULLOOHI WADZOHARO KALAAMULLAAHI WATSABATA AMRULLAAHI WA NAFADZA HUKMULLOOHI ISTA’ANTU BILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAHI MAA SYAA’A ALLAAHU WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI. TAHASSHONTU BIKHOFYI LUTHFILLAAHI WA BI LATHIIFI SHUN’ILLAAHI WA BI JAMIILI SITRILLAAHI WA BI ‘ADZIIMI DZIKRILLAAHI WA BIQUWWATI SULTHOONILLAAHI DAKHOLTU FII KANAFILLAAHI WASTAJARTU BIRASUULILLAAHI BARI’TU MIN HAULII WA QUWWATII WASTA’ANTU BIHAULILLAAHI WA QUWWATIHI. ALLAAHUMMASTURNII FII NAFSII WA AHLII WA MAALII WAWALADIII BISITRIKALLADZII SATARTA BIHII DZAATAKA FALAA ‘AINA TAROOKA WA LAA YADA TASHILU ILAIKA YAA ROBBAL ‘AALAMIINA. UHJUBNII ‘ANIL QOUMIDDZOOLIMIINA BIQUWWATIKA YAA QOWIYYU YAA MATIINU. HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIILU WALAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI. WASHOLLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN KHOOTAMINNABIYYIINA WA ‘ALAA AALIHII WASHOHBIHII AJMA’IINA WA SALLAMA TASLIIMAN KATSIIRON DAA’IMAN ILAA YAUMIDDIINA WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN. 7x.
ARTINYA :
Telah bersinar cahaya Allah SWT, telah jelas kalam Allah SWT, telah ditetapkan ketetapan Allah SWT dan berjalan hukum Allah SWT SWT. Aku meminta pertolongan kepada Allah SWT SWT, aku berserah diri kepada Allah SWT, perkara kehendak Allah SWT, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertongan) Allah SWT. Aku berbenteng dengan samarnya kehalusan Allah SWT, dengan kehalusan ciptaan Allah SWT, dengan indahnya tirai Allah SWT, dengan agungnya dzikir kepada Allah SWT, dan dengan kekuatan kekuasaan Allah SWT aku masuk ke perlindungan Allah SWT dan aku berlindung dengan Rasulullah SAW. Aku lepas dari daya dan kekuatanku dan aku bersandar pada daya dan kekuatan Allah SWT. Ya Allah, tutuplah aku dari (nafsu dalam diri)ku (sehingga ia tak mampu menggodaku), dari keluargaku, dari harta dan anakku dengan tiraiMu yang dengan tirai itu Engkau menutup diriMu hingga tak ada mata yang mampu melihatMu, tak ada tangan yang mampu menyentuhMu. Wahai Allah SWT, Tuhan semesta alam, lindungilah aku dari orang-orang dzalim dengan kekuatanMu wahai Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh. Cukuplah Allah SWT Tuhan yang mencukupiku dan sebaik-baik Allah SWT sebagi pelindung. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah SWT yang Maha Luhur lagi Maha Mulia. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmatNya atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yaitu akhir para Nabi dann juga semoga senantiasa tercurahkan atas seluruh keluarga dan seluruh sahabtnya dan semoga mencurahkan salamNya yaitu salam yang sebanyak-banyaknya untuk selama-lamanya hingga hari Kiamat. Segala puji bagi Allah SWT penguasa alam semesta.
Demikian ijazah amalan dari Kitab Sirrul Jalil ini semoga Allah SWT, memberikan petunjuk atas perkara yang benar dan kepada-Nya tempat kita semua kembali.
SELESAI....
Seperti biasa ambil sisi positif dari cerita ini, yang negatif jangan di ambil. Dan kekuatan yang tidak tertandingi adalah kekuatan dari pada ALLAH SWT. Sang Maha Pencipta.
Sekiranya ada tutur bahasa dan tingkah laku yang tidak berkenan di hati para sahabat semua, aku. Tok Penjejak Badai, dengan merendahkan diri memohon maaf kepada semua....
TERIMA KASIH.....
OLEH :
TOK PENJEJAK BADAI.


Comments
0 Comments
Facebook Comments by Blogger Widgets

No comments:

Post a Comment

About

Popular Posts