"LAILATUL QODAR"
Menurut Imam Al Ghazali Cara
Untuk mengetahui Lailatul Qadar
bisa dilihat dari permulaan /hari
pertama bulan Ramadhan :
Untuk mengetahui Lailatul Qadar
bisa dilihat dari permulaan /hari
pertama bulan Ramadhan :
1 . Jika hari pertama jatuh pada
hari ahad atau hari rabu maka
Lailatul Qadar jatuh pada tanggal
29 Ramadhan.
hari ahad atau hari rabu maka
Lailatul Qadar jatuh pada tanggal
29 Ramadhan.
2 . Jika hari pertama jatuh pada
hari Senin maka Lailatul Qadar
jatuh pada tanggal 21 Ramadhan.
hari Senin maka Lailatul Qadar
jatuh pada tanggal 21 Ramadhan.
3 . Jika hari pertama jatuh pada
hari Kamis maka Lailatul Qadar
jatuh pada tanggal 25 Ramadhan.
hari Kamis maka Lailatul Qadar
jatuh pada tanggal 25 Ramadhan.
4 . Jika hari pertama jatuh pada
hari Sabtu maka Lailatul Qadar
jatuh pada tanggal 23 Ramadhan.
hari Sabtu maka Lailatul Qadar
jatuh pada tanggal 23 Ramadhan.
5 . Jika hari pertama jatuh pada
Selasa atau Jumat maka Lailatul
Qadar jatuh pada tanggal 27
Ramadhan.
Selasa atau Jumat maka Lailatul
Qadar jatuh pada tanggal 27
Ramadhan.
Para ulama kemudian berusaha
meneliti pengalaman mereka dalam
menemukan lailatul qadar, dan di
antara ulama yang tegas
mengatakan bahwa ada kaidah
atau formula untuk mengetahui itu adalah Imam Abu Hamid Al-
Ghazali (450 H- 505 H) dan Imam
Abu Hasan as Syadzili.
Bahkan dinyatakan dalam sebuah
tafsir surat al-Qadr, bahwa Abu
Hasan semenjak baligh selalu
mendapatkan Lailatul Qadar dan
menyesuaikan dengan kaidah ini.
meneliti pengalaman mereka dalam
menemukan lailatul qadar, dan di
antara ulama yang tegas
mengatakan bahwa ada kaidah
atau formula untuk mengetahui itu adalah Imam Abu Hamid Al-
Ghazali (450 H- 505 H) dan Imam
Abu Hasan as Syadzili.
Bahkan dinyatakan dalam sebuah
tafsir surat al-Qadr, bahwa Abu
Hasan semenjak baligh selalu
mendapatkan Lailatul Qadar dan
menyesuaikan dengan kaidah ini.
Kaidah ini tercantum dalam kitab -kitab para ulama termasuk
dalam kitab-kitab fiqh
Syafi’iyyah.
dalam kitab-kitab fiqh
Syafi’iyyah.
Rumus ini teruji dari kebiasaan
para tokoh ulama’ yang telah
menemui Lailatul Qadar. Formula ini
diceritakan Al- Ghazali dalam Ihya
Ulumuddin; juga terdapat dalam
kitab Hasyiah Sulaiman Al Kurdi juz hal 188;.Tafsir Shawi; kitab
I’anah at- Thalibin II/257; Syaikh
Ibrahim al Bajuri dalam Kitabnya
Hasyiah 'Ala Ibn Qasim Al Ghazi juz
I halaman 304; as Sayyid al Bakri
dalam Kitabnya I'anatuth Thalibin Juz II halaman 257-258; juga
kitab Mathla `ul Badrain karangan
Syaikh Muhammad bin Ismail Daud
al-Fathoni.
para tokoh ulama’ yang telah
menemui Lailatul Qadar. Formula ini
diceritakan Al- Ghazali dalam Ihya
Ulumuddin; juga terdapat dalam
kitab Hasyiah Sulaiman Al Kurdi juz hal 188;.Tafsir Shawi; kitab
I’anah at- Thalibin II/257; Syaikh
Ibrahim al Bajuri dalam Kitabnya
Hasyiah 'Ala Ibn Qasim Al Ghazi juz
I halaman 304; as Sayyid al Bakri
dalam Kitabnya I'anatuth Thalibin Juz II halaman 257-258; juga
kitab Mathla `ul Badrain karangan
Syaikh Muhammad bin Ismail Daud
al-Fathoni.
َﻮْﻔَﻌْﻟﺍ ُّﺐِﺤُﺗ ٌّﻮُﻔَﻋ َﻚَّﻧِﺇ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ
ﻰِّﻨَﻋ ُﻒْﻋﺎَﻓ
ﻰِّﻨَﻋ ُﻒْﻋﺎَﻓ
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf
dan Engkau mencintai orang yang
meminta maaf,karenanya
maafkanlah aku
dan Engkau mencintai orang yang
meminta maaf,karenanya
maafkanlah aku


No comments:
Post a Comment