TEHNIK RUQYAH PENYAKIT AIN.
PENYAKIT DARI PANDANGAN MATA DENGKI DAN IRI.
PENYAKIT DARI PANDANGAN MATA DENGKI DAN IRI.
Assalam wrh..wbt...sahabat-sahabat yang aku hormati semuanya, tak kira di mana jua berada. Baik dari dunia nyata mahu pun sahabat dari dunia ghaib. Segala puji syukur kehadirat Allah swt. Selawat senantiasa dihatur keatas Junjungan Baginda Nabi Muhammad saw. Dengan mengharap ridho Allah, dan dengan kerendahan hati yang paling dalam, izinkan aku yang miskin ilmu dan dhoif ini berbagi sedikit ilmu dan pengalaman untuk dikongsi bersama para sahabat-sahabat semua. Insya Allah...
Inilah Penyakit Berbahaya Yang Disebabkan Oleh Pandangan Mata.
Pada hakekatnya penyakit ini adalah kekuasaan Allah untuk mengingatkan hambanya, bahwa ketika memuji sesuatu hal, kembalikan pujian tersebut kepada Allah. Kerana Dia lah yang telah memberikan keutamaan atau keindahan atau kecantikan atau hal-hal lainnya yang membuat kita kagum. Penyakit ini biasa disebut dengan 'AIN atau secara mudahnya adalah penyakit atau sakit yang disebabkan kerana pandangan mata seseorang, boleh jadi kerana pandangan mata yang jahat atau boleh juga kerana pandangan mata takjub atau kerana kagum.
Secara harfiah, penyakit 'Ain itu diambil dari kata 'ana-Ya'inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain. Penyakit 'Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena 'Ain.
Yang paling mudah/rentan terkena penyakit 'Ain adalah anak-anak dan bayi, kerana mereka masih lemah dan belum dapat membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, binatang, bahkan harta benda. Penyakit jenis 'Ain ini boleh menimpa siapa saja seluruh makhluk hidup di bumi baik itu mulai dari anak-anak, orang tua, binatang, tumbuhan atau benda mati lainnya. Penyakit 'Ain ini juga tidak harus disebabkan kerana faktor kesengajaan.
Berikut beberapa kisah nyata yang sering terjadi dalam kehidupan kita, semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran buat kita semua, berikut kisahnya :
Kisah Pertama
Anaknya sudah mandi, pakai baju yang cantik. Ok, dah siap, pakai bedak. Sambil melihat anaknya, ibunya berkata :
Anaknya sudah mandi, pakai baju yang cantik. Ok, dah siap, pakai bedak. Sambil melihat anaknya, ibunya berkata :
" Comel dan cantik sungguh anakku.."
" Bu, adik main depan rumah yaa..."
Belum sampai 5 menit, terdengar suara anaknya menangis. Anaknya datang dengan berdarah-darah. Ternyata dagu anaknya yang luka. Keluar main basikal kecilnyadi luar rumah menuruni bukit. Jatuh dalam longkang dagunya menyinggah batu longkang. Menurut sahabat dimana letak kesalahan si ibu...?
KISAH KEDUA.
Menantu :
" Nek, pakaian bajunya sudah sampai Nek.."
" Nek, pakaian bajunya sudah sampai Nek.."
Nenek :
" Macam mana, muat tak...?
" Macam mana, muat tak...?
Menantu :
" Muat, sangat cantik sekali Nek. Tu dia lagi pakai, lagi duduk di teras sambil lihat anak-anak lain main Nek. Dah macam bidadari dia pakai baju itu."
" Muat, sangat cantik sekali Nek. Tu dia lagi pakai, lagi duduk di teras sambil lihat anak-anak lain main Nek. Dah macam bidadari dia pakai baju itu."
Nenek :
" Nanti kalau ke rumah nenek pakai baju itu, nenek mahu lihat."
" Nanti kalau ke rumah nenek pakai baju itu, nenek mahu lihat."
Pada malamnya, anaknya sakit....
Menantu :
" Nek...cucu nenek masuk masuk hospital ada di ICU."
" Nek...cucu nenek masuk masuk hospital ada di ICU."
Nenek :
" Masuk ICU...? Kenapa begitu..?
" Masuk ICU...? Kenapa begitu..?
Menantu :
" Tidak tahu Nek, tiba-tiba dia kejang berulang kali."
" Tidak tahu Nek, tiba-tiba dia kejang berulang kali."
Nenek :
" Apa kata dokter...?"
" Apa kata dokter...?"
Menantu :
" Diagnosis awal dokter kata meningitis Nek. Doakan ya Nek..."
" Diagnosis awal dokter kata meningitis Nek. Doakan ya Nek..."
Nenek :
" Iya pasti.."
" Iya pasti.."
Pagi harinya.
Menantu :
" Nek....cucu nenek tidak tertolong..."
" Nek....cucu nenek tidak tertolong..."
Nenek :
" Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun."
" Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun."
Menurut sahabat apa kesalahan si menantu..?
KISAH KETIGA.
Ibu A :
" Ini, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman- teman sebayanya. Sudah boleh berlari-lari, sudah pandai bercakap, makannya lahap, sebab itu badannya montok. Aduh, comelnya…"
" Ini, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman- teman sebayanya. Sudah boleh berlari-lari, sudah pandai bercakap, makannya lahap, sebab itu badannya montok. Aduh, comelnya…"
Ibu B :
" Baguslah, iya Si A memang pintar ya...? Anak saya malah baru boleh jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah sangat nih…"
" Baguslah, iya Si A memang pintar ya...? Anak saya malah baru boleh jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah sangat nih…"
Malamnya, si A rewel/membantah tidak seperti biasanya. Tidak mahu menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke hospital (Dokter Spesialis Anak), Dokter mengatakan tidak ada indikasi medis apapun. Menurut sahabat apa kesalahan hingga boleh terjadi seperti itu....?
Berdasarkan kisah di atas kesimpulan berdasarkan 3 kisah tersebut kesalahan mereka adalah ketika MENGKAGUMI sesuatu tidak mengucapkan : Masya Allah ( مَا شَآءَ اللهُ )
Artinya :
" Sungguh atas kehendak Allah-lah semua ini terwujud."
Atau mengucapkan " Barakallah." Sehingga timbullah pengaruh yang biasa disebut dengan penyakit 'AIN. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين
" Pengaruh 'Ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, 'Ain lah yang dapat melakukannya." (HR. Muslim)
Perlulah kita selalu mengingat, bahwa sekalipun kita mengetahui bahaya 'Ain memiliki pengaruh sangat besar dan berbahaya, namun tidaklah semua dapat terjadi kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sebagai orang Islam tidaklah berlebihan dalam segala sesuatu. Termasuk dalam masalah 'Ain ini, maka seseorang tidak boleh berlebihan dengan menganggap semua kejadian buruk berasal dari 'Ain, dan juga tidak boleh seseorang menganggap remeh dengan tidak mempercayai adanya pengaruh 'Ain sama sekali dengan menganggapnya tidak masuk akal. Kerana ini boleh menjadikan kita termasuk pengingkaran terhadap hadits-hadits shahih Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Sikap yang terbaik bagi seorang muslim adalah berada di pertengahan, yaitu mempercayai pengaruh buruk 'Ain dengan tidak berlebihan sesuai dengan apa yang dikhabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Wallahu a'lam.
Berikut ini adalah tehnik rahasia mengembalikan Ain (penyakit dari mata dengki) kepada pendengki/pengirimnya. Perlu dicatat, bahwa AIN adalah penyakit yang ditimbulkan oleh tatapan mata mahluk Allah (Jin dan Manusia) yang dengki kepada kita baik effect secara langsung ataupun tidak langsung.
CIRI-CIRI PENDERITA 'AIN :
Kepala pening/pusing yang berpindah-pindah. Wajah pucat. banyak keluar keringat, sering kencing. Tiada nafsu makan, kesemutan, kepanasan atau kedinginan pada bagian tubuh tertentu. Detak jantung tidak teratur. Rasa sakit yang berpindah-pindah pada bawah punggung dan bahu. Merasa sedih dan tertekan. Susah tidur malam hari. Emosi berlebihan, paranoid dan marah yang tidak wajar. Sering bersendawa dan sesak di dada. Sering menyendiri, tidak bersemangat, malas, banyak tidur, dan masalah-masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis. Nangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti, yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur, malas, bebal dan suka ngantuk.
Cara kerja Penyakit 'Ain, Ibnu Hajar berkata :
Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya :
" Bagaimanakah cara kerja "AIN sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh....?"
Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya kerana pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang mampu memberikan pengaruh. Dan kerana pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-'Ain (mata). Sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya. Persis sama dengan panah biasa.
Oleh kerananya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta dapat menimpakan penyakit 'Ain kepada orang lain. Dan Syaitan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak diselangi dengan menyebut nama ALLAH sehingga dapat berpengaruh pada jasad orang yang didengkinya dengan izin ALLAH, jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).
Ibnu Qoyyim rahimahullah, mengatakan bahwa terkadang seseorang dapat mengarahkan 'Ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Ibnu Jauzi berkata :
" Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi kerana orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh). Namun terkadang pengaruh buruk 'Ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga boleh terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan 'Ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Allah dan takdirnya, pengaruh buruk 'Ain ini dapat terjadi diantara mereka."
Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata :
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية “
" 'Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun boleh membayangkan sesuatu lalu ia dapat memberikan pengaruh 'Ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kes yang terjadi yang menunjukkan bahwa 'Ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat."
Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang ' kosong ' dari zikir kepada Allah swt. Allah berfirman di dalam Al Quran yang artinya :
" Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata :
" Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)." (QS. Al-Qalam : 51).
Imam Al-Qasthalani berkata :
" Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa diselangi zikrullah) maka boleh terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbanya..!"
Seperti ini lah yang terjadi kepada mangsa ilmu Pengasih, baik itu lewat pandangan mata atau melalui foto.
CARA RAWATAN RUQYAH PENYAKIT 'AIN :
TEHNIK RUQYAH :
Lakukan Muqadimah Ruqyah seperti biasa tata caranya.
Bismillahirrahmanirrahim.
1.) Istighfar. 3x.
2.) Shalawat Nabi. 10x. (selawat syifa' lagi bagus)
3.) Al-Fatihah. 1x.
4.) Ayatul Qursi. 1x.
5.) Surah Asy Syura’ ayat : 95- 118.
6.) Surah Al Mulk ayat : 1- 4.
7.) Kalimat Tammah Jibril. (Cemeti Jibril)
1.) Istighfar. 3x.
2.) Shalawat Nabi. 10x. (selawat syifa' lagi bagus)
3.) Al-Fatihah. 1x.
4.) Ayatul Qursi. 1x.
5.) Surah Asy Syura’ ayat : 95- 118.
6.) Surah Al Mulk ayat : 1- 4.
7.) Kalimat Tammah Jibril. (Cemeti Jibril)
أعوذبكلمات اللّه التّامّة من كلّ شيطان وهامّة ومن كلّ عين لامّة
" A'uudzu Bi Kalimaatillahit Taammati Min Kulli Syaithonin Wa Haam Matin Wa Min Kulli 'Aiinin Laammah." 3-7x.
Artinya :
" Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari Syaitan yang menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan."
" Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari Syaitan yang menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan."
Dan di ulang-ulangi hujung ayat 3 dan ayat 4. Niatkan dan mohonkan kepada Allah untuk mengembalikan pengaruh Ain kepada pemiliknya saat itu juga.
DALILNYA :
Diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Di antara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa. Saat Abu Abdillah pergi ia menatap unta itu dan menatapnya hingga unta itu bergetar dan roboh, dan saat Abu Abdillah diberitahu tentang ini dia mencari laki-laki pembuat 'Ain itu dan berdiri dihadapannya lalu berdoa :
" Dengan nama Allah, yang tertahan akan tertahan, batu-batuan tetap mengering, bintang berekor tetap bersinar, kubalikan 'Ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling menyukai 'Ain tersebut. Lalu ia membacakan Firman Allah :
فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
ARTINYA :
"...Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang...? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah." (Al Mulk 3-4)
Kedua bola mata laki-laki itu keluar dan unta itu berdiri dalam keadaan sehat wal afiat.
Menjaga Bahaya 'Ain Bacalah Kalimat Ini Setiap Selepas Sholat Fardhu :
Khaulah binti Hakim mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya :
" Barang siapa singgah di suatu tempat lalu membaca (kalimat ini), maka dia tidak akan terkena bahaya apa pun hingga dirinya meninggalkan tempatnya." (HR Ahmad dalam Kitab Musnad)
Kalimat ini dalam hadist tersebut berbunyi :
" A'udzu Bi Kalimatillah At-Tammah Min Syarri Ma Khalaq."
Artinya :
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya. (HR Muslim).
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya. (HR Muslim).
Kalimat ini merupakan kalimat yang diajarkan Malaikat Jibril Alaihissalam kepada Nabi Muhammad tatkala Ifrit/Syaitan akan membunuhnya. Dari Abu At Tayyah Radliyallahu'anhu, berkata Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam ketika datang Ifrit/Syaitan kepadanya..? dia berkata :
Ifrit dan Syaitan datang secara bergemuruh dari lembah-lembah dan bukit-bukit dan di antara mereka ada yang membawa obor di tangannya, hendak membakar wajah Rasulullah SAW, lalu Jibril Alaihissalam turun kepada (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) dan berkata :
" Wahai Muhammad katakanlah...!:
Beliau bertanya :
" Apa yang saya harus baca...?"
" Apa yang saya harus baca...?"
Jibril alaihis salam berkata, bacalah :
" A'udzu Bi Kalimatillahi Taammati Min Syarri Maa Kholaq Wa Dzaroa Wa Baroa Wa Min Syarri Ma Yanzil Minas Samaai Wa Min Syarri Ma Ya'ruju Fiihaa Wa Min Syarri Fitanil Laili Wan Nahaari Wa Min Syarri Kulli Thoriqin Illaa Thooriqon Yathruqu Bi Khoirin Ya Rahman."
Artinya :
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan yang Dia ciptakan, yang Dia buat dan yang Dia adakan dan dari kejelekan apa saja yang turun dari langit dan dari kejelekan apa saja yang naik pada-Nya, dan dari kejelekan fitnah malam dan siang, dan dari kejelekan yang datang pada malam hari kecuali yang datang dengan kebaikan wahai Rahman (tuhan yang maha pengasih).
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan yang Dia ciptakan, yang Dia buat dan yang Dia adakan dan dari kejelekan apa saja yang turun dari langit dan dari kejelekan apa saja yang naik pada-Nya, dan dari kejelekan fitnah malam dan siang, dan dari kejelekan yang datang pada malam hari kecuali yang datang dengan kebaikan wahai Rahman (tuhan yang maha pengasih).
Lalu api yang mereka bawa padam dan Allah Tabaaroka wa ta'ala menghancurkan mereka. (HR Ahmad No.14913).
Allah SWT memberikan tameng/perisai kepada kita berupa doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Semoga dapat selalu kita baca dalam segala kondisi, serta menjadi zikir yang selalu kita ucapkan dan amalkan agar mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dari marabahaya. Semoga perkongsian keilmuan ini bermanfaat kepada sahabat-sahabat dan terima kasih sudah membaca artikal ini.
SELESAI....
SEMOGA BERMANFAAT...
Seperti biasa, ambil sisi positif dari keilmuan ini, yang negatif jangan diambil. Kekuatan yang tak bisa ditandingi adalah kekuatan daripada Allah swt, Sang Maha Pencipta.
Sekiranya ada tutur bahasa dan tingkah laku yang tidak berkenan di hati para sahabat semua, aku. TOK PENJEJAK BADAI, dengan merendahkan diri memohon maaf.....
Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin. Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billaah. ☝️
TERIMA KASIH....
OLEH :
TOK PENJEJAK BADAI.


No comments:
Post a Comment